Ann, semesta tahu hari ini kepalamu penuh oleh riuh yang semu. Ada seulas senyum yang kaupaksakan tumbuh di sudut bibir, padahal hatimu sedang berbisik lirih pada lilin yang meremang, berharap agar kepulan asap yang menguar kali ini adalah tanda dari perayaan yang terakhir. Berkali-kali kau mendapati diri menatap angka yang bertambah, berkali-kali pula kau merindukan titik purna di mana kau tidak perlu lagi melangkah ke hari esok.
Ann, kaubilang kau hanya ingin riwayatmu genap sampai di sini. Kau tidak mendambakan masa depan yang panjang, tidak pula menginginkan warsa yang baru. Cukuplah sorai kecil hari ini menjadi penutup yang manis, sebelum mairat memeluk jiwamu yang ringkih pada detik yang paling kau semogakan. Kau mendambakan mairat yang tenang, sebuah kepulangan yang tidak menyisakan ruang bagi cemas atau tangis yang tertinggal. Kau berharap, setelah api itu padam, jiwamu diizinkan tidur selamanya tanpa perlu lagi dibangunkan oleh fajar yang asing.
Untukmu, Ann, semoga amerta kedamaian yang kaudambakan itu, mengendap abadi bersama benih Daffodil di pekarangan rumah.
✉️ This letter travelled 0 days through time
More Public Letters
We planted 100 trees today in the burnt area behind the hills. My back aches. I won't see them tall. But you might. I hope the world is greener for you. I hope we didn't ruin it all. Keep fighting fo...
Dear FutureMe, hey there champ how you doing? We still gooning to the max? I need to know if we accomplished our dreams of marrying tung tung tung sahur!! Gosh I can’t wait to be super sigma discord m...
You sold your first canvas today. It wasn't much, but it was EVERYTHING. Future me, please tell me you didn't give up. Please tell me you didn't take that corporate job just for safety. Your art matt...